Pertanian modern di tingkat desa kini tidak lagi sebatas menggunakan metode tradisional. Langkah nyata perubahan ini ditunjukkan oleh BUM Desa Maju Sejahtera Matesih melalui program ketahanan pangan padi yang berhasil mendongkrak produktivitas sekaligus kesejahteraan para petani lokal.
Melalui pendekatan berbasis kolaborasi dan efisiensi teknologi, program ini membuktikan bahwa modernisasi sektor pertanian dapat direalisasikan secara efektif di tingkat desa.
Program ketahanan pangan ini mengoptimalkan lahan pertanian seluas 55.499 m² dengan mengandalkan sistem kemitraan. Sebanyak 12 petani mitra dilibatkan secara aktif sebagai modal utama tenaga kerja di lapangan. Dalam proses penanaman, sebanyak 297 kg bibit padi disiapkan untuk mengawali siklus tanam.
Salah satu tantangan utama petani kerap terletak pada permodalan dan akses bahan pemeliharaan. Dalam skema kerja sama ini:
Tanggung Jawab Petani: Berfokus penuh pada perawatan dan pemeliharaan tanaman harian.
Peran BUM Desa: Menyediakan dana talangan modal untuk kebutuhan pupuk dan pemeliharaan.
BUM Desa juga bergandengan tangan dengan MAXXI Tani untuk memastikan pasokan pupuk dan obat-obatan berkualitas tinggi.
Salah satu terobosan utama dalam program ini adalah penggunaan teknologi drone. Dengan menyewa drone pemeliharaan, proses penyemprotan dan pemeliharaan lahan dapat dilakukan jauh lebih cepat, merata, dan efisien dibandingkan metode manual.
Adopsi teknologi ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga meningkatkan efektivitas pemeliharaan tanaman secara signifikan.
Kerja sama yang solid dan penggunaan teknologi terbukti membawa dampak nyata pada hasil akhir:
Total Hasil Panen: Mengumpulkan 24.247 kg padi.
Nilai Ekonomi: Mencapai Rp169.729.000.
Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa perpaduan manajemen yang rapi dan adopsi teknologi mampu meningkatkan kualitas serta kuantitas panen, sekaligus mendorong roda perekonomian petani mitra secara langsung.